For an unemployment like me, every day just the same. So in Monday Lisa and I went to Coban Rondo which means waterfall widow. Before I tell you my experience there I want to tell you about the legend Coban Rondo. The story behind the waterfall Coban Rondo, began with a bride and groom who just got married.

The bride named Dewi Anjarwati  was from Mount Kawi, and groom named Raden Baron Kusumo was from Mount Anjasmoro.

Once they hit the age of marriage 36 days or called Selapan (Java language). Dewi Anjarwati suggesed her husband to visit Mount Anjasmoro, which is the place of her husband. But Dewi Anjarwati's parents prohibit the bride and groom to go, because they were new age of marriage which was 36 days (Selapan). But both insisted on going and risk anything for the trip.


When she was in the way they were surprised by the presence Lelono Joko, who has unclear origin. Joko Lelono seemed enamored with the beauty of Dewi  Anjarwati, and tried to take her from Raden Baron Kusumo. The Fighting between Joko Lelono with Raden Baron Kusumo were unavoidable. To the Punokawan (helper) that accompany the bride and groom , Raden Baron Kusumo ordered them to hide Goddess Anjarwati in Coban (waterfall).

The fighting between Raden Baron Kusumo with Joko Lelono lasted cried and they both died. Consequently Dewi Anjarwati became widow (rondo = the Java language). Since then Coban or waterfalls that serve as hiding place of Dewi Anjarwati known as Coban Rondo (waterfall widow).

It is said that big rock under the waterfall was where the princess sat contemplating her fate.

So that's the story, sad isn't it? For me it's a little creepy too, what if until now the Dewi Anjarwati is still waiting for her husband under the waterfall? hmmm ... anyway, I went to Coban rondo with Lisa on a motorcycle. For those who do not have a private vehicle, do not worry Coban rondo can be attained by public transportation. first, you need to go by Angkot to the terminal Landungsari for 2,500 rupiah, and then continue the trip by bus Puspa Indah to Pujon, I do not know for sure how much, maybe range of 5,000-10,000 rupiah. Keep your eyes on the road because when there's cow statue you need to stop, then continue your journey by the Ojek (a motorcycle taxi) for 10,000 rupiah. The admission for Coban Rondo is 10,000 rupiah for foreigner and 2,000 for the cost of a motorcycle.

Travel to Coban Rondo is through hilly areas, very beautiful scenery. After getting to the falls, we were greeted by monkeys. Those monkeys are tame and they didn't bother us. The tourists can give them food like bananas and peanuts. The monkeys were soooo cute.




Coban rondo waterfall has height of approximately 84 meters and is a spring for Cemoro Dudo are. I want to shower under the waterfall, but despite of the water was very cold, it is not allowed to shower under the waterfall, perhaps because of the legend that the place was sacred. Well, if you visit this beautiful place, please do not forget to keep it clean.



date Senin, 29 Oktober 2012


Kita bangun pagi dan ngedapetin Gee lagi tidur di sofa. Dalam hati sih kasian banget kita yang tamu enak-enakanan pake kamar dia (sorry ya Gee, God bless your heart). Nah, setelah kita mandi, trus ke 7/11 buat sarapan. Eike beli pisang dan susu yang merknya berinisial M, cukup deh buat pasokan energi jalan-jalan di ibukota Malaysia ini. Tujuan pertama kita adalah Dataran Tinggi Merdeka atau  “Merdeka Square”. Kata cik puan yang jaga tiket MRT, kita turunnya di stasiun Mesjid Jamek seharga 2 ringgit. Pas sampai di stasiunnya, kita jalan ke dataran merdeka.

Waktu itu hari libur jadi Dataran Merdeka banyak banget pengunjungnya. Kayaknya sih ada acara jalan sehat soalnya banyak orang yang pake kaos ada nomor dadanya. Dataran Merdeka ini ada beberapa gedung yang menurut eike yang berunsur timur-tengah, tapi ada juga unsur “British”nya (in my opinion lho, ya. Kalo salah maaf :D). Kita juga baca nama gedungnya ternyata gedung kementrian Malaysia (lupa kementrian apaan). Terus ada juga lapangan dan kolam, cantik pokoknya.

dataran merdeka

Setelah puas jeprat-jepret di Dataran Merdeka, kita menuju landmarknya Kuala Lumpur yaitu Menara Kembar Petronas. O, ya, eike sebenarnya gak tau sih kenapa orang Indon seperti eike lebih familiar dengan nama menara petronas. Pas eike nanya penjaga Dataran Merdeka gimana caranya buat ke Menara kembar ini, dia langsung bingung karena gak tau apa itu Petronas, untunglah eike sadar dengan kekhilafan yang udah dibuat, langsung eike mengucap istighfar dan sholat tahajud. Anyway, eike langsung bilang KLCC, baru si Bapak “ngeh” dan ngasih tau jalannya (untungnya eike sebelumnya udah baca buku Claudia Kaunang).

Sebenarnya puncak KLCC (eaaaa ngomongnya udah KLCC) kelihatan dari Dataran Merdeka, jadi kita mikirnya itu menara palingan deket so kita milih buat jalan kaki (bad idea). Setelah mendaki gunung, lewati lembah, dan menyebrang sungai (sejak kapan tengah kota ada gunung dan lembah???) serta pake acara nasar dan tanya sana sini akhirnya kita nyampe juga di KLCC. Pas ngeliat gedung setinggi KLCC eike jadi puyeng n parno sendiri gimana rasanya kalo jatoh dari gedung itu. Well, di sini banyak banget pengunjungnya, and guess what beberapa di antaranya ada tuh yang pake boso Jowo (jauh-jauh ke Malaysia ketemunya sama orang Indonesia juga). Nah di sana juga eike ketemu om Prim, temen segrup facebook eike (kita sama2 die hard fans-nya bulutangkis). Eike speechless gitu kok bisa ketemu di negeri orang, negeri sendiri aja belum pernah ketemu, hehe.

KLCC

with om prim

Hari udah siang, perut udah kriuk-kriuk karena asupan energi dari pisang n susu berinisial M udah habis dibawa nyasar nyari KLCC. Kita makan di daerah bukit bintang  tinggal naik kereta yang stasiunnya dekat KLCC, turun di bukit bintang. Di sana eike juga sempet nukerin Dollar Singapore ke ringgit. Kita milih makan masakan Padang (nyesel sih, ngapain makan di sana, orang di Indonesia banyak yang jual masakan Padang) dan makan kali ini adalah makan termahal di sepanjang trip eike waktu itu. Eike bayar 18.8 ringgit, yang kalau di rupiahin sekitar 56 ribuan. Ya sudah lah, nasi udah masuk perut L.
Kelar lunch, kita cewe kece pergi naik mrt ke petaling street, di sana kita belanja oleh-oleh buat orang rumah. Eike lupa kemaren habis berapa buat oleh-oleh, yang jelas eike beli miniatur KLCC sih. Di sana kita juga sempet sholat zuhur dan ketemu lagi sama orang Indonesia. Ibu-ibu yang kita temuin ini orang Padang yang udah lama kerja di KL.

Kelar sholat, kita pulang ke apartemen Zoe. Di stasiun MRT ada insiden kecil sih, karena eike salah pencet stasiun tujuan akhirnya 4 ringgit melayang dan uangnya gak refundable L (yooo weeeesss rugi maneh). Nyampe di apartemen Zoe, orangnya pada gak ada. Untung Rashvin udah ngasih tau kita tempat rahasia kunci apartemennya, kalo gak jadi gelandangan deh kita di depan apartemen, hehe (Rashvin percaya banget ya kita gak bawa kabur TV layar datar 42 inch dia). Pas di apartemen kita ketemu teman-teman baru, ada Rishvin, Iyeva dari Lithuania, trus ada satu lagi yang eike lupa namanya (I’m bad with name, seriously). Trus ada juga Gee yang dateng dari Singapore habis nengokin keponakannya  yang baru lahir. Di sana juga kita minta maaf sama Gee yang udah make kamarnya, untungnya Gee sih gak keberatan. Malam itu karena orangnya rame, kita ngobrol ampe subuh. Beneran ampe subuh, mata udah kriyep-kriyep tapi tetep aja mulut eike ngoceh, kayaknya orang-orang di sana pada males ngedengerin kicauan eike, akhirnya mereka ketiduran. Jadinya kita gak sempet pamit sama mereka.

Anyway, setelah ninggalin catatan terimakasih kita pada Rashvin and friends, kita langsung pergi ke Puduraya to catch a bus to Penang. New day... new adventure.

date Sabtu, 29 September 2012


Jam 17.30 kita bertolak dari Melaka ke Kuala Lumpur. Bisnya enak, kursinya lebar trus penumpangnya dikit. Kita nyampe di terminal Tasik Selatan kira-kira jam 8. jujur awalnya sih lumayan takjub, gileeeee terminalnya keren banget, megah, gak berasa kaya di terminal bis, berasa kaya di bandara internasional deh. Gak kebayang gimana megahnya KLIA deh, salut buat Malaysia.

Setelah itu kita jalan bentar ke stasiun MRT dan headed to Zoe’s apartment, host CS kita yang asli orang Belanda. Tempatnya mudah banget buat dicari, tinggal nyebrang jalan dari stasiun nyampe deh di apartemen Zoe. Sayangnya waktu itu Zoe gak ada L. Kita disambut oleh roomatenya Zoe, sekaligus pemilik apartemen itu, namanya Rashvin biasa dipanggil Rash, terus ada satu orang lagi temennya Rash, namanya lupa yang eike inget Cuma dia calon pilot :p. Rashvin ini orang Malaysia keturunan India Punjab, cakep gitu deh... :p Dia baik banget lho, nawarin kita minum, trus karena Zoe gak ada kita disuruh nginep di kamar Zoe. Cuma dia bilang nanti pacarnya Zoe bakal datang tengah malam buat ngambil barang-barang dia di kamar. Kita sih sebenarnya dengan senang hati tidur di kamar Zoe, walaupun agak-agak gak enak sih berasa ngerepotin banget. Tapi kata Rash gak papa, pacarnya Zoe bisa tidur di kamar dia. Alhamdulillah ya :D

Si Rash pamit pergi clubbing sama si calon pilot. Mereka ngajakin kita sih cuma kita udah kecape’an jadi we said no L (padahal kalo gak capek dan bawa dress, eike gak bakalan nolak ciiyn). Setelah Rash dan pilot pergi wuih.... apartemen itu serasa punya kita. Kita ngerebus air buat masakin pop mie, makan malam sambil menikmati pemandangan dari apartemen Rash (pemandangannya menara kembar sama menara KL).
Pemandangan Twin Tower n KL Tower

“Udah Maleeeem” and 3 cewe kece mau tidur dulu nih. Pas enak2 tidur tengah malem ada yang ngetok pintu. Gita sama Dini enak-enakan ngorok terpaksa eike yang bukain pintu. Ternyata yang datang pacarnya Zoe, kasian banget dia gak dikasih tau Rash kalo kita make kamar dia (Ya elaaah si Rash keasyikan dugem kayaknya). Tapi Gee (nama pacarnya Zoe) baik banget, akhirnya dia tidur di sofa (kaciaaaan L). 

date Rabu, 06 Juni 2012

Sebenarnya agak bingung juga dengan nama kota ini, ada yang bilang Melaka ada yang bilang Malaka, tapi karena di buku Claudia Kaunang ditulis Melaka, jadi ngikut aja ya. Gitya and the girls nyampe di Malaka agak siangan. Nyampe di terminal bis Melaka kita langsung beli tiket bis ke KL, takutnya ntar kehabisan. Kita ngambil bis jam 17.30. Trus nyari bis Panorama buat nganterin ke pusat kota Melaka.

Di dalam bis Panorama Gita n Dini duduk bareng, eike duduk sama cowo cakep (sengaja tuh milih duduk di situ, padahal bangku di belakang banyak banget yang kosong). Tu cowo asyik banget telponan (handphone kita sama lho Samsung GT-E1080F hi....), sayangnya dia keburu turun bis sebelum eike minta kenalan :(


Anyway, di pusat kota Melaka yang kita cari pertama kali adalah Jonker Street. Sebenarnya di jonker street ini biasa aja sih, cuma di sana banyak banget turis dan toko berjejeran. It's always fun in the crowd. Di sepanjang pusat wisata di kota Melaka ini juga banyak becak-becak dihias bunga-bunga, bagus banget, tapi karena kita pelit n sayang duit nih... jadi kita gak naik itu becak.
Terus kita ke kompleks a.k.a dutch square, dimana dulunya ini tempat kantornya pemerintahan Belanda ketika menjajah. Terus ada beberapa tempat lagi yang kita kunjungi seperti Museum Maritim, Kincir, Meriam (gak tau nama tempatnya apa. Overall, Melaka keren buat jadi obek fotografi. Cita-cita eike sih kalo dapet calon orang Malaysie (alhamdulillah kalo secakep Ashraf Sinclair atau Bubu-nya Syahrini) maunya prewed di sini :p





Udah cape jalan-jalan kita jajan. Eike beli es krim cendol sama ubi goreng (jauh-jauh ke Malaysia jajannya tetep gorengan sama cendol ye). Satu jam sebelum bis kita ke KL berangkat kita langsung nyari bis buat nganterin ke terminal bis Melaka. Di sana ketemu orang Indonesia, katanya dia kerja di perusahaan Malaysia (bisa dibilang TKI gak ya?). Bis yang kita tumpangin ini gak sebagus bis Panorama sih, terus si supir nyetirnya ugal-ugalan banget, udah gitu stop lama lagi buat beli minum (feeling eike mengatakan itu es cendol). Untungnya sebelum 10 menit bis berangkat kita udah ada di terminal. Sempat ketar-ketir juga ketinggalan bis. Pelajaran hari ini adalah, beli tiket bis setelah kelar jalan-jalan. :)

date Jumat, 18 Mei 2012



setelah kemarin ngubek-ngubek Singapore, eike dan 2 cewe kece lainnya melanjutkan ke kota berikutnya yang akan jadi tujuan wisata. yep, Melaka kota tua yang ada di selatan Malaysia. karena harga bis dari Singapore dan Melaka itu harganya mahal maka kita mutusin buat naik bis ke Johor Baru dulu, setelah itu nyari bis ke Melaka.

eike, gita, n dini pagi-pagi udah capcus dari rumahnya mba wulan buat nyari bis ke woodland, nyampe di woodland kita nunggu bis buat nganterin ke Larkin, terminal Johor Baru. simple banget kan? well, sebenarnya sih ceritanya gak sesimple itu, karena kita gak tau naik bis apa buat ke larkin, kita nanya donk, nah di pusat informasi ini ada ibu-ibu chinese-singaporean yang bahasa Inggrisnya itu susah banget dimengerti. karena kita bertiga gak ada yang ngerti aksen enggres dia, akhirnya kita mutusin untuk nanya salah satu penumpang aja and there you go... ada ibu-ibu dan suaminya yang baik banget mau jawab pertanyaan-pertanyaan kita.

bisnya udah dateng, trus eike cemplungin lagi 3,8 dollar patungan sama Gita, trus kita dikasih bukti pembayaran oleh supir. dari woodland kita diturunin di kantor imigrasi Singapore. di sana paspor kita dikasih stempel keluar dari Singapore. daerah perbatasannya bagus banget, kantornya imigrasinya juga keren. otomatis eike ngebandingin lah perbatasan antara singapore-malaysia ini dengan perbatasan yang ada di daerah kalimantan bagian utara antara Malaysia dan Indonesia. walaupun eike belum pernah ke perbatasan sana tapi berani taruhan di perbatasan antara Singapore dan Malaysia pasti gak ada sekolah yang kekurangan guru atau jalanan yang rusak parah :senyum kecut: seudah di kantor imigrasyong Singapore, kita nunggu lagi bis yang tadi nganterin kita dari woodland, di sini Dini nyemplungin lagi duit 2 Dollar padahal Cuma perlu nunjukin bukti pembayaran aja ke supir. yah... anggap aja amal ya Din :D.

setelah itu kita memasuki kantor imigrasi Malaysia. anyway, di kantor imigrasi Malaysia, seperti biasa, kita harus ngisi kartu kedatangan dulu. terus baru ngantri buat stempel visa. mulailah jiwa-jiwa yang galau bergejolak dalam diri eike. gimana ntar kalo dikira TKW, trus gak dibolehin masuk negara Malaysia, gimana ntar kalo petugasnya sensi sama orang Indonesia, gimana gimana gimana. haha, jujur sih eike terlalu su’udzon sama orang Malaysia, pas kita ngadepin petuganya, lancar-lancar aja kok. Cuma dicek paspor, scan sidik jari, udah deh, bisa langsung ngubeg-ngubeg Malaysia. gak ada tuh pandangan-pandangan aneh dari petugasnya.

kelar urusan stempel visa kita nungguin bis buat ke Larkin. di sini ada abang-abang asli Malaysia yang nanyain pake bis apa ke larkin, katanya dia “ini first time saye dari Singapore ke Malaysia by bus”. yah bang ini first time kita ke malaysia, meneketehe naik bis apa ke Larkin. untungnya di sana banyak penumpang, jadi bisa dijadiin korban pertanyaan berikutnya. ada ibu-ibu yang baik banget ngasih tau bis apa ke Larkin. nah, problem datang ketika kita gak ada duit ringgit dengan pecahan kecil. Cuma ada 2 ringgit, padahal harga bis 1 orang 1,5 ringgit dan kita bertiga harus bayar 4,5 ringgit. kurang donk duitnya, di bis itupun gak ada sistem kembalian jadi gak mungkin kita nyemplungin 50 ringgit Cuma buat ke larkin. ibu-ibu yang ngejawab pertanyaan tadi baik banget ngasih kita  1,5 ringgit buat naik bis. ah... ibu, I love you :*

di dalem bis banyak banget orangnya, gita dan dini dapet tempat duduk tapi eike enggak. untungnya perjalanannya itu sekejap saje, jadi gak capek-capek banget berdiri (padahal capek juga tuh berdirinya).
nyampe di Larkin, kita ditawarin bis sama calo (di Malaysia ada calo juga ternyata), ada calo yang ngedeketin kita (kayaknya sih orang Indonesia) nawarin bis ke KL. kita mah cuek aja, teteup jalan ke counter bis resmi. setelah dapat bis ke melaka, kita makan siang bentar, trus berangcut ke Melaka.

date Kamis, 17 Mei 2012

alarm hape ku yang harganya 175 ribu udah bunyi ngebangunin kita semua. it felt really good bangun di tempat yang sangat asing. waktu itu jam 6 pagi waktu singapore, masih gelap, ayam belum berkokok (emang ada ayam berkokok di singapore?). kalo di malang mah jam segitu ayamnya udah selese jogging kali ye. habis mandi, sholat subuh (aku sholatnya jam 06.45), bedakan, lipstickan, eye shadow-an, berangcut lah 3 cewe kece Indonesia memborbardir kota singa.

patung merlion
dari apartemen mba wulan kita jalan bentar ke stasiun khatib. di sana kita minta peta jalur MRT dan LRT trus beli kartu EZ Link seharga 12 SGD. kartu EZ link ini kartu sakti yang bisa bawa kita ke mana aja, hehe. pokoknya pake kartu EZ link ini bisa dipake buat naik bus, LRT, dan MRT di Singapore, dan kartunya berlaku seumur hidup. masih ingat kan cerita bus singapore gak ada ceritanya ngasih kembalian? nah dengan EZ link ini naik bus gak usah lagi nyemplungin duit ke kotak uang, tinggal pindai aja kartunya ke mesin, kita bisa masuk bus, MRT, dan LRT, serta gak usah lagi tuh mikirin uang kembalian. secara udah otomatis terpotong dari kartunya. tapi jangan lupa ya isi ulang kartunya, malu donk klo naik bus eh ternyata ditolak karena kartu EZ link gak ada pulsanya. kartu EZ link ini bisa di top up di mesin2 top up yang ada di seluruh stasiun MRT dan LRT yang ada di Singapore.

pas kita turun dari stasiun MRT, langsung deh celingak-celinguk nyari tempat wajib para turis di Singapore. apa sih yang dicari turis-turis ketika ada di Singapore? yep, foto sama patung merlion hukumnya  fardhu ain secara landmarknya negara Singapore. untuk menemukan letak si patung singa ikan ini, kita nanya petugas donk. nah, baru aku bilang, "misi Pak, saya mau nanya" langsung dipotong deh sama Bapaknya, dia bilang "di sana tuh." aku bengong donk, ni orang sok tau banget. ngeliat mukaku yang bengong Bapak tadi langsung bilang "merlion kan?" (sebel). kita bertiga cuss deh ke tempat yang ditunjukin Bapak tadi.

Nyampe di deket patung, orang-orang Masya Allah banyak banget. kita jadi susah buat nunggu moment orang-orang agak sepi jadi bisa foto bareng sama si singa ikan, tapi untungnya kita berhasil buat foto bareng merlion. selain ke merlion ini kita juga beberapa tempat lainnya, kaya Esplanade, Bugis Street, Marina Bay, Little India, Orchard Road, China Town, dan beberapa tempat lainnya. modal kita nemuin tempat-tempat itu adalah nanya ke orang. udah gak keitung  deh berapa orang yang kita jadiin korban pertanyaan-pertanyaan kita.

awalnya kita ke bugis street, nyari oleh-oleh. di sana barang-barangnya lumayan murah. aku beli 3 set gantungan kunci (satu set isinya 6) harganya cuma 10 SGD. di daerah bugis ini kita juga makan siang, makanan di Singapore emang agak mahal, bahkan di food court sekalipun makanannya seharga 2-3 SGD. pas jamnya sholat zuhur, kita sholat di daerah (klo gak salah sih) Little India. di sana, karena Dini dan aku gak pake jilbab, jadi sebelum masuk mesjid, kita harus make jubah panjang dan kerudung dulu baru boleh masuk. setelah sholat kita juga nyempetin ngisi botol sama air keran yang ada di sana (lumayan ngirit gak usah beli air botolan). habis sholat kita bingung deh mau ke mana lagi, mana waktu itu hujan lagi. akhirnya kita mutusin untuk langsung ke Marina Bay.

di marina bay kita duduk-duduk aja gak jelas ngeliatin orang-orang. ngeliat pasangan yang lagi berantem (sampe cowonya nangis darah), ngeliat cowo bule cakep, ngeliat 3 cewe berkerudung ngobrol pake boso Jowo, ngeliat cowo chinese cakep, ngeliatin cowo (lagi2 cakep) jogging sambil pamer perutnya yang bertahu-tahu (yeah... i know, we're lucky girls ;D), ke mall ngeliatin barang-barang mahal, dan seterusnya, dan seterusnya sampai tiba waktu malam. perut udah kriuk kriuk donk minta diisi, di dalem mall itu (lupa apa nama mall-nya) kita nyari tempat makan. begitu ketemu food court kita mutusin gak jadi makan di sana. tiba-tiba aja kita gak lapar lagi pas ngeliat display harga makanan di sana. "seberapa mahal sih?" mmm klo dirupiahin sih, hmmm ratuusaaan. yah... semoga cacing-cacing perut sabar nunggu makan malam yang bersahabat buat kantong :D

malam-malam di Singapore itu.... (bingung gak bisa ngegambarin pake kata-kata), hmmm liat foto aja kali ye, gimana malam di Singapore.




waktu itu kita juga mutusin buat ikut cruise ngelilingin singapore river seharga 18 SGD. pemandangan sepanjang sungai singapore ajib bener...





selesai water cruise kita langsung pulang naik MRT. nyampe di khatib station kita beli makan malam, chicken rice harganya 2 SGD doank (plus yang jual unyu banget), lumayan kan. terus nyampe rumah mba wulan kita langsung tepar semua. beuh, kaki pegel banget habis jalan-jalan, walaupun banyak yang bilang gedenya Singapore itu cuma seupilnya genderuwo tapi tetep bikin kita tepar. habis makan n mandi kita ngisi ulang tenaga buat nyiapin petualan di hari berikutnya.

date Minggu, 22 April 2012

Setelah booking tiket dari bulan november 2011, akhirnya pada tanggal 1 maret 2012 pukul 11.50 aku bisa menjejakkan kaki lagi di negeri orang. beda dengan pengalaman pertama kali keluar negeri yaitu ke Philippines, sendirian, kali ini ada 2 orang cewe yang gak kalah kece dari yang punya blog ini. well, well, well, secara ya maskapai yang kita gunakan adalah tiger airways, makanya kita datangnya bukan dari terminal Changi yang super keren (kata orang sih keren) tapi dari budget terminal. walaupun (masih kata orang) budget terminal ini jauh lebih kumuh daripada terminal 1, 2, atau 3 bandara changi, tapi terminalnya masih oke kok.

sebelum keluar dari bandara kita mesti menghadapi dulu petugas imigrasi. petugas imigrasi ini tugasnya ngasih stempel visa ke paspor, dan setelah kita dapat stempel itu artinya kita bebas deh ngubeg2 si kota singa. nah, masalahnya adalah banyak cerita dari orang-orang berpaspor ijo (Indonesia) yang mengalami masalah ketika menghadapi petugas imigrasi. ada yang bilang mesti nunjukin uang tunai lah, ada yang bilang kalo pake celana pendek gak diizinin masuk, and the list goes on. waktu itu kita gugup juga takut gak diizinin masuk singapore, gak lucu donk rencana yang udah disiapan berbulan-bulan yang lalu buyar gitu aja gara2 petugas imigrasi gak ngizinin masuk. untungnya pas kita ngelewatin petugas imigrasi waktu itu mulus banget, pantat bayi aja kalah mulus deh. cuma diliatin paspor, tanpa banyak cincong paspor kita langsung dikasih stempel visa Singapore.

pas nyampe di Singapore dan melewati urusan imigrasi udah malem banget. waktu itu sih sempet parno aman gak ya buat 3 cewe super kece jalan-jalan di negeri orang. gimana klo ada rampok, penculik, pemerkosa, oh. no. well, it's Singapore, baby, salah satu negara teraman di dunia. setelah keluar dari budget terminal kita naik shuttle bus gretongan ke terminal 2. setelah nyampe terminal 2 baru nunggu bis yang bakalan nganterin kita ke tempat kakaknya Gita. sebelum masuk bis cemplungin dulu 2 dolar singapore, mestinya sih biayanya 1,8 tapi di sini gak ada sistem kembalian kayaknya, jadi terpaksa ngerelain 0,2 dollar buat amal (fyi, 1 Sing dollar = 7.100 rupiah). di dalem bis aku dan Gita gak dapet tempat duduk :( cuma Dini yang bisa duduk (bonusnya adalah dia sebangku sama cowo bening). dasar si Dini ya gak bisa liat yang bening-bening, dia ajak ngobrol lah itu si cowo singapore, dah gitu si dini cincong pake bahasa mandarin lagi. they really had a good time. sayangnya, dia gak bisa lama-lama ngecengin itu cowo secara kita udah sampai di tempat tujuan (sukuriiiiin).

nyampe ke apartemen mba wulan (kakaknya Gita) here comes another problem. entah karena kita o'on atau emang susah banget, udah naik turun lift kita belum bisa menemukan ruang apartemennya mba wulan. untungnya ada 3 cowo nan menarik hati yang bisa dimintain tolong nyariin alamatnya mba wulan. 2 orang cowo nyariin alamatnya mba wulan dan kita duduk2 aja ditemani cowo cakep satunya lagi. secara aku gak bisa diem ya apalagi ini cowo mirip2 derek wong (pemain badminton Singapore) gitu, aku ajak ngobrolah dia.

me : kalian ngapain malam2 gini di sini?
derek wong : kita main sepeda.
me : heh.. tengah malam gini main sepeda? (plus ekspresi lebayaroh)
derek wong : (diem)
(krik krik moment)
yeah... mungkin si derek wong emang pendiam kali ya.

Derek Wong


akhirnya setelah melalui krik krik moment dengan derek wong, 2 temennya derek dateng dan bilang klo mba wulan udah nungguin kita di luar apartemen. ya udin setelah bilang Xie-xie kita naik lift lagi ke lantai 10 dan ketemu deh sama mba wulan. uh.... akhirnya kita bisa ngorok dengan damai dan bisa ngisi ulang tenaga buat ngubeg2 kota singa besok harinya :D

date Sabtu, 21 April 2012

Wuhuuuuuuuu, udah lama banget gak update blog ini. Padahal sih rencananya pas exchange ke manila mau nyeritain pengalaman waktu itu ke blog ini eh ternyata aku terlalu malas untuk itu saudara-saudara. Nah karena ingatan yang terbatas ini, sebelum aku amnesia mengenai detail perjalanan yang telah ditempuh,  makanya aku tumpah ruahkanlah pengalaman ketika di jalan-jalan ke Siangapore, Malaysia, dan Thailand.


Well, tanggal 29 Februari 2012, perjalanan dimulai dari Malang, kota dimana aku tinggal sekarang. Aku harus ke bandung buat ngedatengin Gita dan Dini, my travelmates buat jalan-jalan. Waktu itu aku naik kereta malabar kelas eksekutif, harganya Rp. 235.000 udah beli jauh-jauh hari sih, kalau belinya mendadak harganya bisa sampai Rp. 275.000. Keretanya berangkat dari Malang jam 15.45 (jam yang tertera di tiket, aslinya sih lupa berangkat jam berapa)  sampai Bandung sekitar jam 8. 

Perjalanan di kereta bisa dibilang MEMBOSANKAN. Gimana gak bosan orang aku jalannya sendirian ditemenin AC yang zuper dingin pula, trus bangku di sebelah kosong lagi. Padahal malam sebelumnya sudah berharap semoga satu bangku sama cowo cucok, tapi ya sudahlah emang gak jodoh kali ya ketemu cowo ganteng. Sebenarnya sih ada cowo ganteng waktu itu, dia duduk di seberang kursi yang aku duduki. Kulitnya sawo matang, gak tinggi-tinggi banget, cuma kalau senyum, cesssssss, hati langsung adem, hehe. Daaaaaaan si cowo ganteng ini juga membawa anak dan istrinya di perjalanan itu (yeah, all handsome men are taken). Ya sudahlah ya, aku cuma bisa ngeliatain si Bapak ganteng itu becandaan sama anak bayinya yang cantik banget, dan ibu si bayi juga cantik sih. 

Btw nih di kereta waktu itu hampir semua penumpang  lumayan berumur semua. Aku cuma sendirian sebagai anak ABG unyu, yang lain Bapak-bapak dan Ibu-ibu semua. Mungkin anak-anak yang seangkatan  aku adanya di kelas ekonomi kali ya, hmmmm, salah booking tiket ternyata :(. Anyway, aku udah janjian sama Gita buat jemput aku di stasiun kiara condong. Sekitar jam 08.10 aku sampai di Kicon (istilah gaol buat kiara condong). Terus nunggu jemputan Gita. Gak lama kemudian Gita dateng dan cap cuslah saya ke kosan dia.

My first impression ketika di Bandung adalah..... lumayan sumpek ya. Dari stasiun kicon terus keluar, di pinggir-pinggir jalan terlihat banyak sampah. Tapi itu cuma di sekitaran stasiun kok, pas di kotanya sih biasa aja, kaya kota-kota besar lainnya. Nah, sampailah aku di kost Gita. Beuh,..... kostnya enak beneeer, ada kamar mandi dalem, luas, trus Gita juga bawa tv dan dispenser. Lumayan enak dibanding tempat yang aku diami sekarang (but I love my place, don't get me wrong). Setelah mandi, tidur bentar, dan makan siang, akhirnya tibalah saatnya kita ke bandara. Yippppppyyyyyy.

Alhamdulillah ya, ayahnya Dini, my other travelmate mau nganterin kita ke bandara. Jadi gak repot naik bis segala. Perjalanan dari Bandung ke bandara (expectedly) macet banget, tapi karena aku gak pernah ngalamin macet separah itu jadinya bete juga. Perjalanan dari Bandung ke bandara yang mestinya cuma 2 jam aja, akhirnya molor jadi 4 jam (padahal bapaknya Dini udah selip sana selip sini tuh) Kita nyampe bandara sekitar jam 19.30, dan pesawat kita jam 20.05. Setelah check-in dan masuk ruang tunggu, kita bisa juga duduk di kursinya Tiger Airways. Aku masukin backpack ke kabin atas trus dibantuin pramugaranya, cucok bhooo. Trus ngeliatin peragaan keselamatan oleh pramugara dan pramugarinya, beuh... emang dasar cewe ya, yang aku liatin tuh bukannya gimana cara pasang sabuk, pelampung, atau tabung oksigen, tapi pramugara ganteng itu :* hehe. Btw, kita duduk paling belakang dan gak enak banget karena yang paling belakang kursinya gak bisa reclined, udah gitu bule yang duduk tepat di depan kursi aku badannya gede nge-reclined. Tapi gak papalah gak kerasa kok, karena pada jam 10.50 waktu Singapore kita udah mendarat dengan selamat di kota singa itu, and our journey begins.....


date Jumat, 23 Maret 2012

Pengeluaran tiket pesawat (rupiah) : 
jakarta-singapore : 250.000
phuket-bangkok : 312.900
bangkok-surabaya : 730.000

TOTAL 1.292.900

Pengeluaran per kota
1. Bandung & Jakarta (rupiah)
  • tiket kereta  malabar : 235.000
  • makan di kereta : 18.000
  • makan siang : 10.000
  • beli roti : 5.000
  • airport tax : 150.000
TOTAL 418.000 idr

2. Singapore (dalam Singapore $)
  • Bus ke khatib station : 2
  • beli kartu EZ link : 12
  • gantungan kunci :10
  • makan siang : 7
  • es krim kedelai : 1,8
  • baju singapore : 4
  • cokelat : 4
  • water cruise : 18
  • beli standard ticket : 2,1
  • makan malam : 2,2
  • bis ke perbatasan : 2
TOTAL 65,1*7.200= 468.720 idr

3. Johor Baru (dalam ringgit malaysia)
  • bis ke terminal johor : 1,5
  • makan siang : 5
  • bis ke melaka : 19
TOTAL 25,5*3.000= 76.500

4. Melaka (dalam ringgit malaysia)
  • Bis Panorama (pp) : 2
  • cendol es krim : 3
  • ubi goreng : 2
  • bus ke Kuala Lumpur : 12,2
TOTAL 19,2*3000= 57.600

5. Kuala Lumpur (dalam ringgit malaysia)
  • kereta ke stasiun PWTC : 1,7
  • kereta ke stasiun mesjid jamek : 2
  • Beli sarapan + snack : 6
  • kereta ke bukit bintang : 1,2
  • salah beli tiket : 4,4
  • makan siang : 18,8
  • kereta ke KL sentral : 1
  • kereta ke PWTC : 3,4
  • beli roti  : 8 
  • kereta ke Puduraya : 1
  • bis ke Penang : 31
TOTAL 78,5*3000= 235.500

6. Penang (dalam ringgit malaysia)
  • taxi muter2 Penang : 20
  • tiket masuk Pinang peranakan mansion : 10
  • beli minum : 1,2
  • minivan ke hatyai : 29
  • cokelat : 45
  • roti canai : 1,1
TOTAL 106,3*3000= 318.900

7. Hatyai (dalam baht thailand)
  • makan malam  : 40
  • beli pantyliners : 21
  • bus ke krabi : 290
TOTAL 351*300= 105.300

8. Krabi (dalam baht thailand)
  • tuktuk ke penginapan  : 66
  • penginapan : 150
  • makan pagi : 150
  • tour ke tiger cave : 750
  • tour phi phi : 1.000
  • bus ke nopparat thara beach : 50
  • tuktuk ke aonang beach : 20
  • banana shake : 20
  • beli cheeseburger (MC D's) : 62
  • internet : 14
  • makan malam : 105
  • beli dress : 200
  • beli roti : 20
  • beli baju phiphi : 200
  • bayar hotel  : 300
  • minivan ke phuket  : 300
  • beli snack  : 40
TOTAL 3.447*300= 1.034.100

9. Phuket (dalam baht thailand)
  • ayam : 10
  • pisang : 10
  • susu  : 20
  • kartu perdana : @13
  • makan siang : 115
  • makan malam : 40
  • beli snack : 20
  • tuktuk ke patong : 50
  • makan siang : 80
  • beli kaos 2 : 240
  • pulpen : 120
  • songthew ke phuket : 25
  • kacang mete : 65
  • magnet phuket : 35
  • transport ke airport  : 150
TOTAL 993*300= 297.900

10. Bangkok (dalam baht thailand)
  • mie + air : 22
  • taksi ke khaosan road : 21
  • beli bubur  : 17
  • penginapan : 110
  • taksi ke grand palace : 15
  • masuk wat pho : 100
  • masuk grand palace : 400
  • bis ke chatuchak market : 15
  • makan siang : 50
  • gantungan kunci : 100
  • dress : 150
  • tas : 90
  • bis ke khaosan : 15
  • internet : 23
  • jus strawberry : 90
  • makan malam : 100
  • internet  : 15
  • beli air putih 2 : 10
  • bubur ayam : 17
  • beli roti : 12
  • bus ke siam square : 15
  • kereta ke paya thai : 20
  • kereta ke airport : 45
  • nitip tas : 100
  • kereta ke paya thai : 45
  • kereta ke khaosan : 20
  • makan siang  : 60
  • kereta ke paya thai : 20
  • kereta ke airport : 45
  • makan di pesawat : 235
TOTAL 1.462*300= 438.600

11. Surabaya + Malang (rupiah)
  • kopi + air : 12.500
  • bis damri ke bungurasih : 15.000
  • bis ke malang : 20.000
  • angkot  : 4.0000
TOTAL 51.500

JUMLAH PENGELUARAN KESELURUHAN
Tiket pesawat : 1.292.900
Bandung & Jakarta : 418.000
Singapore : 468.720
Johor Baru : 76.500
Melaka : 57.600
Kuala Lumpur : 235.500
Penang : 318.900
Hatyai  : 105.300
Krabi : 1.034.100
Phuket : 297.900
Bangkok : 438.600
Surabaya + Malang: 51.500

TOTAL 4.795.520

date Selasa, 13 Maret 2012